Minggu, 12 Oktober 2014

Goes to MDC

Hai para pembaca, lama aku tidak memposting tulisan-tulisan, bercerita apapun kepada kalian. Sekarang waktu yang tepat untuk berbagi cerita. setelah aku setahun di Jogja, kemudian melancong ke Semarang karena diterima di Undip. selama 4 hari mengikuti ospek disana, dan tepat pada hari rabu ada pengumuman yang memang kunanti-nanti. Pengumuman dari STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), memang bukan keinginan awalku tapi aku sudah ikhlas dan mantab untuk memilih dia :D

waktu itu selepas maghrib aku makan di lalapan. tiba-tiba ada BBM dari teman-teman. "Mal, wes delok pengumuman?" waaaaaaa!!!!! segera bergegas untuk pulang ke kosan. sampai dikosan langsung buka laptop, masih loading... sembari menunggu ternyata ada balasan dari teman. "Mal, awakmu ketrimo nang Manado." MasyaAllah... lemes rasanya setelah baca pesan. tapi aku masih penasaran. menunggu loading pengumuman. yaa.. akhirnya bisa didownload. langsung ku tekan Ctrl+F supaya cepat aku cari nama. Oh men, ternyata gak bisa pake cara cepat. terpaksa  cari manual. Alhamdulillah, masih diurut abjad dan namaku berwalan A. jadi enak, hanya scroll sedikit saja.

pengumuman STAN
terlihat namaku pada urutan ke 305, spesialisasi D-1 Pajak lokasi Manado. Ternyata benar apa yang dikatakan temanku. dia juga membesarkan hatiku untuk tetap memilihnya "Rapopo Mal, enek cah Bojonegoro kok nang Manado." tetap saja terasa berat. Galau.... akhirnya kau bilang ke orang tua, Pakde, Bu Dina. konsultasi bagaimana yang terbaik untuk pilihan ini. semua jawaban mengatakan bahwa pilihan itu harus aku yang menetukan. semua baik. boleh pilih mana saja. Setelah berdetik-detik kuputuskan untuk tidur, semoga bangun mendapatkan petunnjuk. hehehe

pagi di hari kamis, aku memutuskan untuk tidak mengikuti ospek lanjutan. aku bilang ke teman satu kamar (memang rencana nebeng kos dulu selama pengumuman belum keluar) untuk tidak mengikuti ospek. aku tanya di grup line teknik sipil siapa saja yang diterima di STAN. banyak juga ternyata, akhirnya kita memutuskan untuk kumpul di maskam (Masjid Kampus) Undip untuk membuat surat pengunduran diri. secara aku sudah menentukan pilihanku. YA. Aku memilih STAN. semua yang aku minta pendapat semalam aku sms, aku siap ke Manado.

Semua mendoakan, inilah pilihan yang aku putuskan. Segera aku pulang ke kampung untuk mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan. masih ada waktu kurang lebih 10 hari untuk mempersiapkan semuanya. pertama kuurus surat pernyataan belum menikah selanjutnya surat-surat kesehatan. setelah berkas terkumpul semua, ada sms dari Pakde dan Om untuk info tentang tiket pesawat. maklum orang awan untuk urusan penerbangan. ini akan menjadi kali pertama kau nunggang pesawat. "segera booking tiket, karena semakin lama semakin mahal." kata Pakde. okelah, langsung bertindak mengambil laptop dan beli tiket online.

Pembayaran sudah selesai, fix! berangkat tanggal 15 September, hari senin jam 8 take off.
waktu hari H tiba, aku diantar pagi sekali, jam 6 sudah tiba di Bandara Juanda Surabaya (maduk Sidoarjo sih). Alhamdulillah ada teman yang berangkat sama pada jam itu, Insan namanya, teman dari Tuban yang baru kenal lewat grup Facebook. akhirnya kami bertemu di tempat parkir. setelah aku sarapan (sebenarnya agak males) kami mulai check in. Duh, ini pertama kalinya dan Insan juga baru pertama kali. tapi aku sudah dikasih tau cara dan gambaran-gambaran untuk melewati prosedur naik pesawat oleh Pakde.

Setelah check in dan mendapat boarding pass. kami menuju gate 3, ternyata banyak penumpang yang menuju Manado, sialnya kami mendapat seat di ekor -_- deket pramugari sih :D
Alhamdulillah pukul 11 WITA di Bandara Sam Ratulangi.

"Sitou Timou Tumou Tou"


to be continue


12 Oktober 2014
di Kos Oma

Senin, 19 Mei 2014

Hikmah apa lagi?

ya Allah...
hambaMu ini benar-benar kalang kabut
hati ini tak bisa sepenuhnya tenang
selalu mengharapkan 
berharap, meratap
karunia, anugrah dari Engkau
sepertinya aku yang sangat kurang bersyukur
aku yang selalu menjadi budak nafsuku
kesana kemari mengikuti yang aku ingin
bukan menuruti keinginan Tuanku
padahal aku kawulaMu
budak yang seharusnya merintih dan taat pada setiap perintahMu
jika aku memang cinta padaMu
kenyataanya? 
ya Allah, aku masih jauh dariMu

Minggu, 11 Mei 2014

Edisi USM STIS

Genderang perang telah dibuka, bulan Mei tanggal 10. Ujian Saringan Masuk STIS. Sekolah kedinasan yang persaingannya sangat ketat. tahun ini diambil 500 dari 27000 peserta. dengan beberapa tahapan tes dimana peserta akan mulai berguguran. seperti tahun lalu, aku langsung gugur pada tes tahap 1.

Tahun lalu tanggal 11 Mei, aku mengikuti USM STIS tahap I. bertempat di Universitas Bhayangkara Surabaya. mengikuti tes itu pun modal nekat. ya asal daftar aja. gak tau soalnya kayak gimana.
Apesnya lagi, sebelum hari H aku jatuh sakit dan Pakdeku meninggal. Haduh, tambah gak bersemangat. antara ikut tes dan tidak. kartu peserta belum aku cetak. akhirnya aku titip ke Fathan. jaga-jaga kalau sudah sembuh.

H-2 sebelum tes, aku di sms Fathan soal konfirmasi keikutsertaan berangkat bersama. Posisi aku masih berbaring di kasur. ya aku jawab belum bisa ikut. semoga besok sembuh. dan keesokannya aku sudah bisa beraktivitas seperti biasa. tapi jalanku masih gontai. diskusi dengan Orang tua soal tes ini dan akhirnya berangkat juga.

Pagi dini hari bersama sopir yaitu tetanggaku. seperti orang kaya saja. punya sopir pribadi. ini darurat.
dalam perjalanan aku terus melakukan kontak dengan Fathan, karena dia yang membawa kartu pesertaku dan aku belum tau lokasi juga.

Jam 7 tepat aku sampai di lokasi. kondisi belum sarapan dan habis sakit. aku berjalan seperti melayang. melihat peserta yang sedemikian banyaknya aku jadi nervous dan saat itu pula sms Fathan tidak ada. HP nya mati. bingung, berjalan sendirian. kuputuskan untuk duduk sejenak. meminum susu yang telah kubawa. makan roti juga.

Alhamdulillah, ada sms masuk dari nomor baru. berisikan "cari gedung F aku disitu." aku melangkah dengan pasti menuju gedung tersebut. disana ada petugas yang berdiri didepan papan denah lokasi. aku mengatakan mau ketemu Fathan. aku celingukan dipintu. dia langsung keluar. lega rasanya.

ternyata ruanganku tepat diatas ruangan Fathan. tinggal naik tangga. tiba di ruangan masih mencari kursi yang bernomer sama di kartu peserta. ada lebih dari 50 kursi disitu. dibantu pengawas ujian menemukannya, 2 deret dari belakang.

Tes tahap pertama mengerjakan soal Matematika, Bahasa Inggris,dan Pengetahuna Umum. otakku tak bisa bekerja maksimal. efek habis sakit dan gak pernah latihan soal juga. banyak yang kujawab asal atau ngawur.
setiap mapel 60 soal dan dikasih waktu 3 jam. wah, panas ini kepala.
sudahlah, aku tidak mengharapkan hasil dari STIS. dari sekolahku saja hanya 1 anak yang lolos tahap I.

Berbeda dengan USM STIS tahun ini. persiapanku sih gak terlalu maksimal. tapi cukup lah untuk berlatih. ada gambaran gimana tipe-tipe soal. jadi mengerjakan juga cukup tenang. sudah berpengalaman lah. tapi ada kendala juga sebelum berangkat tes. KTP ku hilang -_-. ya Allah bingung bukan kepalang. untung masih ada SIM buat nunujukin identitas. Alhamdulillah pengawas gak mengecek kartu identitas.
Semoga bisa lolos tes tahap I. Aamiin :)

Minggu, 04 Mei 2014

Untukmu Sayang

Hari ini tepat tanggal 4 Mei adikku tercinta genap berumur 5 tahun. Fairuz Rahman. Adik satu-satunya (eh, gak tau kalau punya lahi, hehe) selisih 13 tahun denganku. Kata orang-orang dia sangat berbeda denganku. Aku yang pendiam, manut, kalem. Dia lebih suka teriak-teriak dan nyengit. mungkin karena kebiasaannya nonton Ultraman, Power Rangers, dan sejenisnya. tapi dia anak yang cerdas, pemberani, lucu pula.

Fairuz selalu susah disuruh makan. Ngemil aja gak suka. sukanya hanya minum susu dot dan segala macam es. itulah yang membuatnya selalu ingusan. ingusnya disedot terus, gak mau dikeluarin dan membuatnya susah napas. kalau dipaksa untuk mengeluarkan ingus susahnya minta ampun. hingga sering aku dimarahi waktu memandikannya.

Dia selalu bilang "aku ingin menjadi Ultraman." hahaha. Dia sangat terobsesi dengan karakter jepang itu. hingga bercita-cita menjadi seorang Ultraman. dia sangat hafal jenis-jenis Ultraman. mulai dari Ultraman Dayna, Tiga, Mebius, Nexsus, Max. dan ini yang baru aku dengar darinya kemarin. Ultraman Hikari. memang hebat kalau soal Ultraman dan sejenisnya. ketika aku di rumah selalu minta membukakan you tube.

Berkali-kali dia melatih kesabaranku. setiap dia menginginkan sesuatu pasti merengek dan harus dituruti. hingga aku harus  merayunya. kalau tidak dia akan nangis sekencang-kencangnya. itupun aku sudah dicubit, ditinju, dan ada yang lebih parah dari itu. Dia masih kecil. kalau aku balik marah ke dia. itu akan berefek buruk, lebih baik sabar. dia akan meniru.

Adikku Sayang...
Selamat Ulang tahun ke 5
Semoga kenakalanmu hanya dimasa kecil. 
kelak kamu akan banyak mengerti.
Maaf, belum mencari kado buatmu, hehehe

Minggu, 06 April 2014

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

(Taufiq Ismail)
Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.
1966 

Kamis, 03 April 2014

Sholawat Wahidiyah dan Terjemahannya



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrohmannirrohim.

اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ.
 

ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
Di hadiyahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam.

وَاِلَى حَضْرَةِ غَوْثِ هَذَا الزَّمَانِ وَاَعْوَانِهِ وَسَائِرِ اَوْلِيَآءِ اللهِ رَضِيَ الله ُتَعَالَى عَنْهُمْ – اَلْفَاتِحَةِ

WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA'AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA'AALA ‘ANHUM ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
Dan di hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih ALLOH, Rodiyallohu ta’alaa Anhum.

اَللَّهُمَّ يَا وَاحِدُ يَااَحَدْ ياَوَاجِدُ يَاجَوَادْ صَلِ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدْ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَّ نَفَسٍ بِعَدَدِ مَعْلُوْمَاتِ اللهِ وَفُيُوْضَاتِهِ وَاَمْدَادِهْ


ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI'ADADI MA'LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. .......(100X)
Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat salam barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Alloh.

اَللَّهُمَّ كَمَا اَنْتَ اَهْلُهْ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا وَشَفِيْعِنَا وَحَبِيْبِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هُوَ اَهْلُهْ نَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ بِحَقِّهِ اَنْ تُغْرِقَنَا فِى لُجَّةِ بَحْرِ الْوَحْدَةْ حَتَّى لاَ نَرَى وَلاَ نَسْمَعَ وََلاَ نَجِدَ وَلاَ نُحِسَّ وَلاَ نَتَحَرَّكَ وَلاَ نَسْكُنَ اِلاَّ بِهَا وَتَرْزُقَنَا تَمَامَ مَغْفِرَتِكَ يَآ اَلله ْ وَتَمَامَ نِعْمَتِكَ يَآ اَلله ْ وَتَمَامَ مَعْرِفَتِكَ يَآ اَلله ْ وَتَمَامَ مَحَبَّتِكَ يَآ اَلله ْ وَتَمَامَ رِضْوَانِكَ يَآ اَلله ْ وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهْ عَدَدَ مَا اَحَآ طَ بِهِ عِلْمُكَ وَاحَصَاهُ كِتَابُكْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ رَّاحِمِينْ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينْ


ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA, WASYAFII'INAA, WAHABIIBINAA, WAQURROTI A'YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA'A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI'MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA'RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA'ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL'AALAMIIN............. (7X)
Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi Syafa’at kami, Kecintaan kami, dan Buah jantung hati kami Kamjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi WaSallam yang sepadan dengan keahlian Beliau, kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, dengan hak kemuliaan Beliau, tenggelamkanlah kami didalam pusat dasar samudra ke-Esaan-MU sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, dan tiada kami bergerak maupun berdiam, melainkan senantiasa merasa didalam samudra Tauhid-MU dan kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ni’mat karunia-MU yang sempurna Yaa Alloh, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna Yaa Alloh, cinta kepad-MU dan menjadi kecintaan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ridho kepada-MU dan memperoleh ridho-MU pula yang sempurna Yaa Alloh. Dan sekali lagi Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat salan dn barokah atas Beliau Kanjeng Nabi dan atas keluarga dan sahabat Beliau sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan termuat di dalam Kitab-MU, dengan Rahmat-MU Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam.

يَا شَافِعَ الْخَلْقِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمْ * عَلَيْكَ نُوْرَالْخَلْقِ هَادِيَ اْلاَنَامْ
وَاَصْلَهُ وَرُوْحَهُ اَدْرِكْنِى * فَقَدْ ظَلَمْتُ اَبَدًا وَّرَ بِّنِى
وَلَيْسَ لِى ياَ سَيِّدِيْ سِوَاكَا * فَاِنْ تَرُدَّ كُنْتُ شَخْصًا هَا لِكَا

YAA SYAFI'AL-KHOLQISH -SHOLAATU WASSALAAM " ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII " FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA " FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA .......(3x)
Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan ¨ Duhai Nur cahaya makhluq , pembimbing manusia ¨ Duhai unsur dan jiwa makhluq,bimbing dan didiklah diriku ¨ Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu ¨ tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii ¨ jika engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah ‘ku ‘kan hancur binasa.

يَا سَيِّدِ ي يَا رَسُوْ لَ الله

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !....... (7x)
Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh.

يَآ اَيُّهَا الْغَوْثُ سَلاَ مُ اللهِ * عَلَيْكَ رَ بِّنِى بِاِذْنِ اللهِ
وَانْظُرْ اِلَيَّ سَيِّدِ ي بِنَظْرَةِ * مُوْصِلَةٍ لِّلْحَضْرَةِ الْعَلِيَّةِ

YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH " ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH " MUUSHILATIL LIL-HADLROTIL'ALIYYAH....... (3x)
Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman, kepangkuan-MU salam Alloh kuhaturkan Bimbing dan didiklah diriku dengan izin Alloh dan arahkan pancaran sinar Nadroh-MU kepadaku Duhai Yaa Sayyidii  radiasi batin yang mewusulkan aku sadar kehadirat Maha Luhur Tuhanku.

يَا شَافِعَ الْخَلْقِ حَبِيْبَ اللهِ * صَلاَ تُهُ عَلَيْكَ مَعْ سَلاَ مِهِ
ضِلَّتْ وَضَلَّتْ حَيْلَتِي فِى بَلْدَتِى * خُذْبِيَدِ ي يَا سَيِّدِ ي وَاْلاُمَّةِ

YAA SYAAFI'AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI " SHOLAATUHUU'ALAIKA MA'SALAAMIHII, DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII " KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII ....... (3x)
Duhai Kanjeng Nabi penberi Syafa’at makhluq, duhai Kanjeng Nabi Kekasih Alloh ¨ Kepangkuan-MU sholawat dan salam Alloh aku sanjungkan jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negriku cepat, cepat, cepat raihlah tanganku Yaa Sayyidii tolonglah diriku dan seluruh ummat ini.

يَا سَيِّدِ ي يَا رَسُوْ لَ الله

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !....... (7x)
Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh.

يَا رَبَّنَا اللَّهُمَ صَلِّ وَسَلِّمِ * عَلَى مُحَمَّدٍ شَفِيْعِ اْلاُمَمِ
وَاْلآلِ وَاجْعَلِ اْلأََناَمَ مُسْرِعِينْ * باِلْوَاحِدِيَةِ لِرَبِّ الْعَالَمِينْ
يَارَ بَّنَااغْفِرْيَسِرِّافْتَحْ وَاهْدِنَا * قَرِّبْ وَاَ لِّفْ بَيْنَنَا يَا رَ بَّنَا

YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI, ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII'IL UMAMI, WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI'IIN, BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN YAA ROBBANAGH-FIR YASSIR IFTAH WAHDINAA, QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA....... (3x)
Yaa Tuhan kami Yaa Alloh, limpahkanlah Sholawat dan Salam atas Kanjeng Nabi Muhammad pemberi Syafa’at ummat dan atas keluarga Beliau, dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari, lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta alam, Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudahkanlah segala urusan kami, bukalah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami, pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami, Yaa Tuhan kami.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْمَا خَلَقْتَا وَهَذِهِ الْبَلْدَةْ يَا الله ْ وَفِي هَذِهِ الْمُجَاهَدَةْ يَآالله

ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH !....... (7X)
Yaa Alloh limpahkanlah berkah didalam segala makhluq yang engkau ciptakan, dan didalam negri ini Yaa Alloh, dan didalam mujahadah ini Yaa Alloh

I S T I G H R O O Q ! ( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH )  

Membaca ALFAATIHAH ! (1X)

Kemudian berdo'a dengan tangan menengadah ke atas sejajar dengan telinga atau di atas kepala seperti di bawah ini:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,

اَللَّهُمَّ بِحَقِّ اسْمُكَ اْلاَعْظَمْ وِبِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وِبِبَرَكَةِ غَوْثُ هَذَا الزَّمَانْ وَاَعْوَانِهِ وَسَائِرِ اَوْلِيَآئِكَ يَا الله ْ, يَا الله ْ, يَا الله ْ رَضِيَ الله ْ تَعَالَى عَنْهُمْ

( ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A'DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A'WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA'AALA'ANHUM (3X)
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang( Yaa Alloh, dengan hak kebesaran Asma-MU, dan dengan kemuliaan serta keagungan Kanjeng Nabi Mahammad Sollallohu ‘Alaihi WaSallam, dan dengan Barokahnya Ghoutsu Hadhaz Zaman wa A’wanihi serta segenap Auliya’ Kekasih-MU Yaa Alloh, Yaa Alloh Rodiyallohu Ta’ala Anhum

بَلِّغْ جَمِيْعَ الْعَالَمِينْ نِدَآءَناَ هَذَا وَاجْعَلْ فِيْهِ تَأْثِيْرًا بَلِيْغًا

BALLIGH JAMII'AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ'AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO (3X)
Sampaikanlah seruan kami ini kepada jami’al Alamin dan letakkanlah kesan yang sangat mendalam.

فَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِ يرْ وَبِاْلاِجَابَةِ جَدِيرْ

FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR (3X)
Maka sesungguhnya engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah (mengabulkan do'a).

Kemudian tangan di turunkan dan mewiridkan ayat Al-Quran seperti di bawah ini.

فَفِرُّوْا اِلَى الله

FAFIRRUU ILALLOOH ! .......(7X) = Larilah kembali kepada Alloh ! (QS. Adz-Dzariat: 50)

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الّبَاطِلْ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO !....... (3X)
Dan katakanlah (wahai Muhammad) perkara yang hak telah datang dan musnahlah perkara yang batal, sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah. (QS. Al-Isra’: 81) Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri!

الفا تحة

A L F A A T I H A H (1X) S e l e s a i.


Minggu, 30 Maret 2014

Tak Sengaja Tumpah atau Sebaliknya

pagi-pagi, aku keluar kamar untuk berwudlu. membuka kamar dan menuju kamar mandi. cukup 7 langkah saja untuk menuju kamar mandi. setelah membasuh kaki, wudluku selesai. lantas aku kembali menuju kamar. ketika sampai di depan jendela kamar langkahku terhenti. memeperhatikan setiap jengkal pada lantai, tembok, dan jendela. hei! apa yang telah terjadi. bercak-bercak tak karuhan. kutundukkan kepalaku lebih dekat. berusaha mencermati kejadian apa yang telah terjadi. macam seorang detektif. cairan coklat yang telah mengalir dari kaca jendela. meninggalkan noda kering pada kaca itu kemudian mengalir pada kusen jendela. tampak cairan itu sudah mengering. aku merapatkan hidungku tepat di atas kusen itu. ah, bau kopi. cairan itu mengalir pada tembok putih. hingga terlihat jelas bercak coklat dan bermuara di atas lantai. namun pagi itu (5:30) cairan telang mengering. lantas aku ulangi penyelidikanku mulai dari bawah. menatapi bercak-bercak yang berupa aliran dari atas dan juga sedikit cipratan disekitar muara itu. kutelusuri jalur aliran pada tembok, naik terus hingga pada kusen jendela. terdapat endapan yang cukup luas. hampir semua terkumpul disitu. naik keatas lagi, kaca jendela pertama ternyata tidak ada bekas aliran kopi. karena memang sedikit tegak. kuarahkan mataku ke atasnya. nah, ini pasti muasalnya. kaca jendela ke dua yang posisinya cukup miring dan tapak jelas aliran kopi itu. hei, sepertinya ada yang telah menuangkan kopi di situ. kalau kopi dituangkan dari dalam sepertinya agak aneh juga. selambu kamarku tertutup kok. kalau seseorang yang melintas depan kamarku sambil membawa kopi dan tidak sengaja tumpah. itu juga aneh. tidk mungkin tumpahannya pada kaca jendela. ya ada kemungkinan aku bertanya pada Zidni, mungkin dia menjadi saksi mata atau memang dia pelakunya. eh... hahaha. memang semalam dia membuat secangkir kopi. lantas aku tidur duluan dan dia masih terjaga sampai pagi. aku yakin dia tahu kejadian itu.aku yakin lagi, bukan aku pelakunya. tapi yang menjadi masalah adalah tempat kejadian perkara ada di depan kamarku. tepat sore ini bu kos menyapu halaman depan kamar dan langkahnya terhenti pada noda itu. karena aku hendak menuju kamar jadi aku tau persis dia menatapnya tercengang. kok bisa, mungkin itu yang ada dibenaknya. kemudian bu kos kembali menyapu lagi saat aku masuk kamar. di dalam kamar aku jadi merasa tidak nyaman. kayaknya bu kos akan curiga dengan pemilik kamar. ya meskipun dia tidak berkata apapun dan ku dengar dari dalam kamar dia membersihkan noda itu. jadi ingin tau kejadian yang sebenarnya telah terjadi. semoga aku mendapat penjelasan baik darinya.

Rabu, 26 Maret 2014

Bukan Lagi Ultimatum

kembali melewati setiap pintu
kami hanya terdiam
mata tidak memeberi sapa
apalagi ucap
hanya sekilas melirik
lewat dengan santainya, kalem
terbesit ingatan sebulan yang lalu
ketika aku hampir terjatuh
tidak mudah, aku diselamatkan
untuk melanjutkan singgah di kolong ini

tak bisa kami mengelak
ini murni kekhilafan laku atas aturan
cukup berucap, berbisik-bisik
hei, bukannkah aku telah diselamatkan?
dengan satu syarat
jangan! sekali-kali kalian ketahui!
aku mengulangi lagi!

berharap keajaiban
itu bukan larangan
memantau saja, ya perasangka baik
tetap saja mendebarkan
sorot matanya itu lo
terhalang kaca mata
tetap saja penuh geram
sudahlah, khusnudzon saja

Minggu, 23 Maret 2014

Mafia Kos

Sabtu siang aku ingin membayar kosan. Dengan wajah yang sumringah menuju ruang depan rumah Ibu kos. Sampai di depan rumah, pintu terbuka dan terlihat ibu kos sedang menonton tv. Aku melepas sandal dan melangkah ke depan pintu.
“Bu, mau bayar kos.” Kataku
“Oh, ya mas. Tunggu.” Ibu kos mematikan TV lalu menuju ke ruang dalam. Mungkin mengambil kwitansi. Beberapa saat kembali ke ruang depan menata kursi yang ada di samping TV. Kemudian masuk lagi ke ruang tengah. Kok agak lama ya, batinku. Kembali lagi ke ruang depan menuju meja dan membuka laci untuk mengambil kwitansi.
“Silahkan duduk mas.” Sambil menunjuk kursi yang ada di depan TV. Ibu kos duduk di sebelah TV. Biasanya tidak pernah disuruh duduk saat membayar kos. Ada apa ya?
“mas Zakki ya?”
“iya Bu...” jawabku.
“mulai tanggal 1 ya?”
“iya Bu...” jawabku lagi.
“mas,sebenarnya saya sama bapak sudah capek.”
Lho, kenapa Ibu kos bilang begini. Ah, pasti gara-gara itu
“Sudah 5 bulan kok masih sama saja. Bapak sebenarnya sudah mau bilang ke Mas kalau lebih baik tidak usah diperpanjang bulan depan. Cari kosan yang lain saja.” Dengan wajah yang kesal. Guratan-guratan dipipinya semakin kentara. Wajah yang setiap hari kelihatan penuh beban. Sekarang menjadi sangat kelihatan.
Aduh, kok sampai seperti ini. Aku tidak pernah menyangkanya.
“Bapak sudah mau bilang kemarin tapi saya cegah. Saya kasih kesempatan bulan ini. Nanti saya bilang ke masnya. Jika masih saja diulangi, ya mau bagaimana lagi.”
Aku menelan ludah, hanya bisa diam mendengarkan.
“kami sebenarnya tau tapi kami diam saja. Kami pikir mas sudah dewasa, bisa berpikir sendiri. Bisa menyadari. Padahal dulu sudah pernah diperingati. Kok masih saja dilakukan. Hampir setiap hari, ya sudah setiap hari selalu ada saja. Entah itu pagi, siang, sore atau malam ada saja yang kumpul.”
 Ibu kos menghela nafas. Tatapan matanya tidak sepenuhnya tertuju padaku. Ada sedikit keraguan. Lebih banyak memandang ke bawah.
“kami sudah memberi tahu aturan-aturannya ketika baru masuk. Kalau lupa masih wajarlah tapi dulu pernah diingatkan lagi. Seharusnya bisa mengerti. Kami membuat peraturan bukan asal. Banyak pertimbangan juga. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang ada muncul pertimbangan-pertimbangan lalu kami buat peraturan.”
Masih saja aku terdiam. Memeperhatikan dan mendengarkan saja cukup. Memang aku yang salah, tidak perlu membuat alasan-alasan. Nanti kalau salah ucap bisa berbahaya. Ini masih diberi kesempatan satu bulan, bisa digunakan untuk memperbaiki diri.
“Bapak itu gak suka kalau setiap hari ada yang main, kumpul-kumpul atau apalah. Entah itu pagi siang sore malam. Kami itu kepikiran terus. Gimana kalau yang lain lihat? Ini kok gak dimarahin? Lalu yang lain jadi ikut-ikutan. Bapak itu gak mau ngomel-ngomel. Nanti dicap cerewet atau gimana kan juga gak enak. Kami pengen sama-sama nyaman. Kan semua yang kos sudah pada gede, masa gak tau peraturan.” Omelan yang cukup panjang dan membuatku ingin segera hengkang dari sini. Aku bingung juga kenapa kok dilarang menginap? Aku pernah punya pikiran untuk membalikkan fakta. Temanku tidak menginap kok, hanya main malam hari dan pulang pagi.
Aku masih saja terdiam, hanya senyuman getir. Ini situasi yang benar-benar berbahaya. Jika salah melangkah saja bisa berakibat fatal.
Ibu kos masih melanjutkan nasihat. Eh, omelan maksudku. Aku ingin ini segera berakhir. Berapa lama lagi? Aku sudah lapar.
“dulu ada kejadian seperti ini juga Mas.” Aduh kenapa masih berlanjut. Malah mendongeng. “anak yang kos di atas itu. Setiap hari ada teman yang datang. Hingga akhirnya kami tegur, terus anak itu malah membawa teman-teman yang lainnya. Anak kos yang lain disuruh membantu membela. Dia membela bahwa temannya tidak menginap. Iya saya tahu tidak menginap. Tapi dari pagi sampai malam dan itu setiap hari. Kan sama saja itu. Hanya membolak balikkan fakta. Akhirnya 10 anak yang di kamar atas itu kami suruh keluar. Ya mau bagaimana lagi. Kami sudah capek. Banyak urusan, harus mengurus anak kami sendiri. Mengurus anak-anak kos yang berjumlah 30. Mengurus fasilitas-fasilitas. Seperti pintu kamar mandi yang kekunci dari luar, sampai sekarang belum dibenahi. Nyuruh tukang gak ada yang bisa.” Keluh kesah bu kos selama ini sudah aku mengerti. Ya aku menyadari sejak pindah kos disini. Raut wajahnya yang tampak tirus, kurang semangat, keriputan juga mulai muncul. Pokoknya wajahnya tidak menggambarkan batin yang bebas. Tertekan sekali.
                Aku hanya duduk terdiam di kursi mendengarkan cerita ibu kos. Memandangi sekeliling ruangan. Dimana terdapat piala-piala berjejer di samping TV , juga di atas almari. Sepertinya milik anak-anaknya. Hebat juga didikannya.
“pokoknya jangan sampai diulangi Mas, kalau sampai ada lagi yang kumpul-kumpul. Entah itu pagi siang sore malam. Kami tidak mau tau. Kami beri kesempatan satu bulan. Jika masih saja. Ya bapak sudah...” pembicaraanya berhenti, tidak sanggup melanjutkan perkataan. Aku masih terdiam saja
“satu bulan ya Mas?” tanya Ibu kos. Sambil menuliskan di kuitansi
“iya Bu.” Jawabku lirih, masih sedikit rasa takut.
Lalu aku menyerahkan uang. “Maaf ya Bu.” Akhirnya terucap kata maaf dariku. Sudah dari tadi aku menunggu waktu yang pas untuk meminta maaf. Kalau meminta maaf ketika sedang diomeli itu kurang pas. Takutnya omelannya panjang dan akan terucap banyak kata maaf. Aku memutuskan untuk menunggu omelan selesai baru minta maaf.
“Iya gak papa Mas.” Jawab ibu kos. “sebentar, saya ambilkan kembaliannya.” Sambil menuju dalam ruangan.
Tidak lama kemudian ibu kos kembali. “Ini Mas 40 ribu.” Aku menerimanya sambil berdiri dan ingin segera beranjak dari tempat itu. Sekali lagi aku meminta maaf. “maaf ya Bu.” Dan ibu kos menjawab dengan kalimat yang sama.
“sekalian bilang ke temannya, mas Zidni ya.” Pesan Ibu kos sebelum aku keluar.

“Iya Bu, akan saya sampaikan. Terima kasih Bu.” Ucapku sembari tersenyum.

Kamis, 06 Maret 2014

Merintis Komunitas

aktif ngeblog lagi. menulis bisa menumbuhkan imaji yang masih melayang. ya itu salah satu alasan.
besok hari yang aku tunggu. bertemu dengan pengurus komunitas menulis. penerbit mahakam kalau tidak salah. berawal chat dari teman. "Mal, ayok ikut merintis komunitas menulis di jogja." ini beneran? sambil nyengir aku membacanya. "aku disuruh pendirinya." wah-wah kenapa aku yang diajak ya. "ini pengalaman berharga, merintis sebuah komunitas dari nol." begitulah pesan-pesan darinya. 'okelah Ros, kita bahas besok.' ada keraguan juga sebenarnya. aku ikut andil dalam merintis komunitas menulis? sedangkan diriku yang jarang sekali menorehkan pena. ada sih keinginan menjadi penulis. tapi ya hanya ingin saja. tidak pernah beraksi. ya aku sanggupi saja. mungkin ini jalanku untuk lebih giat menulis. menulis tentang apa saja. ya aku sangat ingin menulis cerpen sebenarnya. tapi entah aku selalu tidak ada ide. aku merasa ideku ini biasa. cerita yang sangat mudah ditebak oleh pembaca. apalagi menghidupkan setiap peran, yang menurutku tak kalah susahnya. menjiwai watak tokoh yang kita buat. sehingga pembaca juga mampu merasakan emosi setiap tokoh.
aku hanya bisa menulis puisi, itupun tidak menarik menurutku. diksiku masih rendah. aku kurang bisa membungkus isi dengan cantik. bait-baitku masih banyak yang telanjang. jadi mudah sekali untuk dimengerti. kurang estetika puisinya. ya meskipun batinku sudah ikut. kurang sempurna jika baitnya tidak berkias.ya semoga komunitas menulis bisa memberi lilin dalam kegelapan. see you tomorrow.

Dwima A6, 23:56. 6 Maret 2014

Tahun yang berat

Masih berapa bulan yang tersisa, mungkin sekitar 3 bulan lagi. Kesadaranku belum sepenuhnya utuh. Masih saja ingin berleha-leha. Bermalas-malasan setiap hari, sangat jarang belajar. Kadang absen masuk. Namun, mimpiku masih ada dan tinggi pula. Aku sangat mendamba menjadi mahasiswa UGM. Ya meskipun jurusan pertanian, itu masih berat menurutku. Melihat kesiapanku bersaing dengan jawara-jawara lainnya masih sangat jauh. Padahal aku sudah memulai sejak september lalu. Seharusnya aku mengantongi bekal yang cukup hingga bulan-bulan akhir ini tinggal pematangan. Proyek 15 soal per hari hanya tulisan, hanya bualan. Mana buktinya? Soal-soal masih diabaikan. Jauh dari coretan.
Dimana keprihatinanku? Berserah pada Sang Pengatur saja tak mau sepenuhnya. Waktu banyak terbuang sia-sia. Malah maksiat dipelihara. Astaghfirullah. Bagaimana bisa mimpi-mimpiku akan nyata? Jika masih saja begini. Mengikuti arus kenyamanan diri, berlarut-larut dalam tidur. Semangat belajar ancur. Doa-doaku ngelantur. Ingat kembali janji-janji bersama sahabat-sahabat. Aku harus masuk universitas, lalu kita akan ke Karimun Jawa. “Buatlah orang tua dan teman-temanmu bangga dengan kamu diterima menjadi maba UGM agronomi tahun ini (2014). SEMANGAT!!!” ini salah satu motivasi dan harapan dari sahabatku. insyaAllah Sobat. Aku harus bisa! Waktu ku tidak lama lagi.
Aku malu pada diriku. Melihat teman-teman yang telah nyaman dengan dunia baru mereka. Dunia kampus. Menjajaki perjuangan baru. Menjadi seorang pemikir kritis. Seorang yang kreatif. Seorang yang lebih dewasa. Aku melewatkan setahun untuk masa itu. Ya berat sekali. Aku tahu setiap kita berkumpul beberapa bulan yang lalu. Dalam tatapan kalian ada rasa belas kasih padaku, mmm... ada juga tatapan ketidakpercayaan atau bisa jadi benci. Ah, tak boleh berprasangka buruk. Aku benar-benar merasa tertekan ketika kita harus kumpul dalam setahun ini. Aku merasa sendiri, ya tak kulihatkan kemasygulan ini. Aku senang mendengar cerita kampus kalian. Aku senang mendengar kehidupan diperantauan kalian. Meskipun aku juga sekarang merantau tapi ceritaku tak seindah cerita kalian. Aku hanya terdiam menikmati cerita-cerita yang menginspirasiku untuk bisa seperti kalian. Aku masih alumni SMA. Belum menjadi Mahasiswa. Aku harus menjadi mahasiswa tahun ini (2014).
Menyalahkan sekolah? Tidak! Menyalahkan guru-guru? Tidak! Aku tidak menyalahakan siapa-siapa. Ini salahku sendiri. Aku tidak menyalahkan SMA ku. Kami angkatan pertama. Tidak bisa aku menyalahkan. Buktinya teman-temanku bisa melewati kelulusan ini dengan baik. Apalagi menyalahkan guru-guru. Hal yang sangat tidak pantas untuk aku lakukan. Beliau-beliau ini telah totalitas mendidik kami. Memberi semangat perjuangan sebagai angkatan pertama. Justru aku yang telah membuat guru-guruku kecewa. Tidak bisa andil dalam mengahrumkan nama sekolah. Ini murni kesalahanku sendiri. Aku yang dengan santainya menganggap ini gampang. Meremehkan.

Setiap kali orang mendengar jurusan yang ingin aku tuju. Yaitu pertanian. Banyak yang menganggap itu biasa dan aku menjadi sebel setiap yang menganggap jurusan itu remeh. Tapi kenyataanya aku sendiri meremehkan jurusan itu. Dengan sikapku yang tidak pernah belajar, hanya bermalas-malasan, main HP dan bermacam-macam kenyamanan yang menyesatkan. Itu semua bukti bahwa aku sendiri yang meremehkan jurusan pertanian. Harusnya aku sungguh-sungguh untuk pertanian. Jika memang aku senang dengan dunia agriculture, harus ada komitmen untuk menjadi luar biasa. Bukan hanya petani yang biasa saja. Kalau itu mah banyak macamnya.