Genderang perang telah dibuka, bulan Mei tanggal 10. Ujian Saringan Masuk STIS. Sekolah kedinasan yang persaingannya sangat ketat. tahun ini diambil 500 dari 27000 peserta. dengan beberapa tahapan tes dimana peserta akan mulai berguguran. seperti tahun lalu, aku langsung gugur pada tes tahap 1.
Tahun lalu tanggal 11 Mei, aku mengikuti USM STIS tahap I. bertempat di Universitas Bhayangkara Surabaya. mengikuti tes itu pun modal nekat. ya asal daftar aja. gak tau soalnya kayak gimana.
Apesnya lagi, sebelum hari H aku jatuh sakit dan Pakdeku meninggal. Haduh, tambah gak bersemangat. antara ikut tes dan tidak. kartu peserta belum aku cetak. akhirnya aku titip ke Fathan. jaga-jaga kalau sudah sembuh.
H-2 sebelum tes, aku di sms Fathan soal konfirmasi keikutsertaan berangkat bersama. Posisi aku masih berbaring di kasur. ya aku jawab belum bisa ikut. semoga besok sembuh. dan keesokannya aku sudah bisa beraktivitas seperti biasa. tapi jalanku masih gontai. diskusi dengan Orang tua soal tes ini dan akhirnya berangkat juga.
Pagi dini hari bersama sopir yaitu tetanggaku. seperti orang kaya saja. punya sopir pribadi. ini darurat.
dalam perjalanan aku terus melakukan kontak dengan Fathan, karena dia yang membawa kartu pesertaku dan aku belum tau lokasi juga.
Jam 7 tepat aku sampai di lokasi. kondisi belum sarapan dan habis sakit. aku berjalan seperti melayang. melihat peserta yang sedemikian banyaknya aku jadi nervous dan saat itu pula sms Fathan tidak ada. HP nya mati. bingung, berjalan sendirian. kuputuskan untuk duduk sejenak. meminum susu yang telah kubawa. makan roti juga.
Alhamdulillah, ada sms masuk dari nomor baru. berisikan "cari gedung F aku disitu." aku melangkah dengan pasti menuju gedung tersebut. disana ada petugas yang berdiri didepan papan denah lokasi. aku mengatakan mau ketemu Fathan. aku celingukan dipintu. dia langsung keluar. lega rasanya.
ternyata ruanganku tepat diatas ruangan Fathan. tinggal naik tangga. tiba di ruangan masih mencari kursi yang bernomer sama di kartu peserta. ada lebih dari 50 kursi disitu. dibantu pengawas ujian menemukannya, 2 deret dari belakang.
Tes tahap pertama mengerjakan soal Matematika, Bahasa Inggris,dan Pengetahuna Umum. otakku tak bisa bekerja maksimal. efek habis sakit dan gak pernah latihan soal juga. banyak yang kujawab asal atau ngawur.
setiap mapel 60 soal dan dikasih waktu 3 jam. wah, panas ini kepala.
sudahlah, aku tidak mengharapkan hasil dari STIS. dari sekolahku saja hanya 1 anak yang lolos tahap I.
Berbeda dengan USM STIS tahun ini. persiapanku sih gak terlalu maksimal. tapi cukup lah untuk berlatih. ada gambaran gimana tipe-tipe soal. jadi mengerjakan juga cukup tenang. sudah berpengalaman lah. tapi ada kendala juga sebelum berangkat tes. KTP ku hilang -_-. ya Allah bingung bukan kepalang. untung masih ada SIM buat nunujukin identitas. Alhamdulillah pengawas gak mengecek kartu identitas.
Semoga bisa lolos tes tahap I. Aamiin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar