Sabtu, 30 Mei 2020

Lebaran Pertama di Tahuna

Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat spesial bagi semua manusia. Tahun yang sangat berbeda. Tidak boleh keluar, tidak boleh berkumpul, harus jaga jarak dan semua protokol lainnya. Tak lain karena adanya virus corona atau biasa disebut Covid-19.
Itulah yang menyebabkan kami para perantau tidak bisa mudik ke kampung halaman. Sebagaimana rutinitas dikala lebaran.

Hal menarik bagiku bisa lebaran di kampung orang. Tepatnya di Tahuna, Kab. Kep. Sangihe. Dimana mayoritas penduduk beragama Nasrani. Beruntungnya lingkungan kontrakan dimana aku tinggal merupakan lingkungan mayoritas muslim. Dekat dengan musholla dan tetangga banyak yang muslim. Suasana lebaran cukuplah terasa meski banyak yang berbeda.

Dari malam takbiran. Hanya terdengar gema takbir di musholla sampai jam 22.00. Tentu terasa sepi sekali. Berbeda dengan di kampung, takbir pasti bergema dari selepas maghrib sampai pagi sholat ied. Berhubung banyak teman seperantauan, kami memutuskan untuk bakar-bakar di malam takbiran. Demi menghibur diri dan mengobati rindu bekumpul sanak famili.

Paginya aku bangun agak molor. Tidak ada yang ngobraki bangun dan segera mandi seperti lebaran biasanya. Karena Covid-19 yang membuat beberapa masjid meniadakan sholat ied. Jadi kami sholat ied sendiri di rumah. Selain itu jam 07.00 ada acara penguatan mental dari kantor melalui zoom. Lebaran online sekaligus penguatan mental untuk para pegawai karena tidak bisa mudik.

Setelah itu barulah mulai sungkeman online kepada orang tua dan keluarga melalui video call. Semua terasa berbeda tak hanya disini tetapi di kampung halaman juga. Tidak banyak yang keliling untuk maaf-maafan. Bahkan ada yang menghimbau untuk tidak silaturahmi dulu, di rumah saja. Memang tampak di video hanya sedikit tamu yang datang.

Ada yang unik dari tradisi lebaran disini. Yaitu, Tawaf. Setelah shalat ied, melalui toa musholla diumumkan bahwa tawaf akan dilaksanakan pukul 09.00 hanya untuk satu RT. Awalnya kami bingung apa yang dimaksud tawaf? apakah keliling ke rumah-rumah seperti di kampung halaman itu?
Aku memutuskan untuk bertanya kepada tetangga, opo Ahmad, melalui Whatsapp. Dia bilang "iya Mas, keliling ke rumah-rumah."

Yogi sudah menyiapkan ruang tamu dengan suguhan kudapan-kudapan yang kami beli kemarin. Tapi belum juga ada tanda-tanda tamu yang datang. Kami memutuskan untuk tidur sebentar. Menuntaskan kantuk semalam yang masih tersisa.

"Assalamu'alaikum Mas..." Tiba-tiba suara itu terdengar nyaring sampai membangunkan tidurku. Berulang-ulang salam dan aku jawab dari dalam kamar memastikan ada orang. Segera berganti pakaian dan keluar kamar. Rombongan Imam musholla, bapak-bapak, serta remaja kampung datang. Yogi dan Umam langsung ikut keluar. Ruang tamu seketika penuh oleh tamu. Imam musholla memimpin doa. Ada juga bapak yang membawa kotak infaq. Sampai sekarang aku tidak paham kotak itu untuk apa. Akupun tak sempat mengisinya, karena setelah doa mereka langsung pamit. Tak lupa kudapan yang kami hidangkan menjaedi rebutan anak-anak. Mereka membawa sekotak-kotaknya. Sampai tersisa kudapan yang memang dari toples kaleng hahaha.

Kalau di desaku kan setiap keluarga kelilingnya. Hanya orang tua yang menunggu di rumah. Tapi disini ternyata hanya orang-orang yang ikut tawaf saja yang keliling. Dengan doa dan kotak infaq. Lebaran pertama di rantau membuat kita memahami tradisi lebaran yang berbeda.

Sabtu, 11 April 2015

Good Morning

morning and the sun
still awake, walking on the road
smile,telling stories
shine of sun, bright
we are ready
not me, i'm in hurry to take a pee
looking for toilet
no result

stomach is in trouble
no more run
walking around twice
3/4 oval, running 
whatch out your view
girl, women, etc
i'm still in good view
mountains, hills, cows, savana
coconut trees


Minggu, 05 April 2015

Keringnya Debuku

menjadi butiran yang tidak tahu diri
terbang kesana kemari, mengikuti arus angin
duduk lama diatas bangkai-bangkai
menjilat setiap kebusukan
bahkan, mendorong untuk memakannya

aku telah lupa
pada kumpulan debu sahara
berbisik ular derik
tersapu angin, bahkan badai
terombang ambing
tertimbun, menimbun

pernah aku berbisik
suaraku terlalu lirih
diantara milyaran butir debu
hingga aku merasa terbaikan
memilih untuk lupa
aku terdiam

didalam keheningan
kuberanikan mencicipi bangkai
tak lagi kurasakan busuknya
betapa nikmatnya
tanpa keraguan sedikitpun
kadang ku tengok sampingku 
usikannya menakutkan

matahari membangunkanku
karena teriknya
gersangnya gurun
hausnya tubuhku
aku masih kepanasan
aku butuh tegukan air

Minggu, 12 Oktober 2014

Goes to MDC

Hai para pembaca, lama aku tidak memposting tulisan-tulisan, bercerita apapun kepada kalian. Sekarang waktu yang tepat untuk berbagi cerita. setelah aku setahun di Jogja, kemudian melancong ke Semarang karena diterima di Undip. selama 4 hari mengikuti ospek disana, dan tepat pada hari rabu ada pengumuman yang memang kunanti-nanti. Pengumuman dari STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), memang bukan keinginan awalku tapi aku sudah ikhlas dan mantab untuk memilih dia :D

waktu itu selepas maghrib aku makan di lalapan. tiba-tiba ada BBM dari teman-teman. "Mal, wes delok pengumuman?" waaaaaaa!!!!! segera bergegas untuk pulang ke kosan. sampai dikosan langsung buka laptop, masih loading... sembari menunggu ternyata ada balasan dari teman. "Mal, awakmu ketrimo nang Manado." MasyaAllah... lemes rasanya setelah baca pesan. tapi aku masih penasaran. menunggu loading pengumuman. yaa.. akhirnya bisa didownload. langsung ku tekan Ctrl+F supaya cepat aku cari nama. Oh men, ternyata gak bisa pake cara cepat. terpaksa  cari manual. Alhamdulillah, masih diurut abjad dan namaku berwalan A. jadi enak, hanya scroll sedikit saja.

pengumuman STAN
terlihat namaku pada urutan ke 305, spesialisasi D-1 Pajak lokasi Manado. Ternyata benar apa yang dikatakan temanku. dia juga membesarkan hatiku untuk tetap memilihnya "Rapopo Mal, enek cah Bojonegoro kok nang Manado." tetap saja terasa berat. Galau.... akhirnya kau bilang ke orang tua, Pakde, Bu Dina. konsultasi bagaimana yang terbaik untuk pilihan ini. semua jawaban mengatakan bahwa pilihan itu harus aku yang menetukan. semua baik. boleh pilih mana saja. Setelah berdetik-detik kuputuskan untuk tidur, semoga bangun mendapatkan petunnjuk. hehehe

pagi di hari kamis, aku memutuskan untuk tidak mengikuti ospek lanjutan. aku bilang ke teman satu kamar (memang rencana nebeng kos dulu selama pengumuman belum keluar) untuk tidak mengikuti ospek. aku tanya di grup line teknik sipil siapa saja yang diterima di STAN. banyak juga ternyata, akhirnya kita memutuskan untuk kumpul di maskam (Masjid Kampus) Undip untuk membuat surat pengunduran diri. secara aku sudah menentukan pilihanku. YA. Aku memilih STAN. semua yang aku minta pendapat semalam aku sms, aku siap ke Manado.

Semua mendoakan, inilah pilihan yang aku putuskan. Segera aku pulang ke kampung untuk mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan. masih ada waktu kurang lebih 10 hari untuk mempersiapkan semuanya. pertama kuurus surat pernyataan belum menikah selanjutnya surat-surat kesehatan. setelah berkas terkumpul semua, ada sms dari Pakde dan Om untuk info tentang tiket pesawat. maklum orang awan untuk urusan penerbangan. ini akan menjadi kali pertama kau nunggang pesawat. "segera booking tiket, karena semakin lama semakin mahal." kata Pakde. okelah, langsung bertindak mengambil laptop dan beli tiket online.

Pembayaran sudah selesai, fix! berangkat tanggal 15 September, hari senin jam 8 take off.
waktu hari H tiba, aku diantar pagi sekali, jam 6 sudah tiba di Bandara Juanda Surabaya (maduk Sidoarjo sih). Alhamdulillah ada teman yang berangkat sama pada jam itu, Insan namanya, teman dari Tuban yang baru kenal lewat grup Facebook. akhirnya kami bertemu di tempat parkir. setelah aku sarapan (sebenarnya agak males) kami mulai check in. Duh, ini pertama kalinya dan Insan juga baru pertama kali. tapi aku sudah dikasih tau cara dan gambaran-gambaran untuk melewati prosedur naik pesawat oleh Pakde.

Setelah check in dan mendapat boarding pass. kami menuju gate 3, ternyata banyak penumpang yang menuju Manado, sialnya kami mendapat seat di ekor -_- deket pramugari sih :D
Alhamdulillah pukul 11 WITA di Bandara Sam Ratulangi.

"Sitou Timou Tumou Tou"


to be continue


12 Oktober 2014
di Kos Oma

Senin, 19 Mei 2014

Hikmah apa lagi?

ya Allah...
hambaMu ini benar-benar kalang kabut
hati ini tak bisa sepenuhnya tenang
selalu mengharapkan 
berharap, meratap
karunia, anugrah dari Engkau
sepertinya aku yang sangat kurang bersyukur
aku yang selalu menjadi budak nafsuku
kesana kemari mengikuti yang aku ingin
bukan menuruti keinginan Tuanku
padahal aku kawulaMu
budak yang seharusnya merintih dan taat pada setiap perintahMu
jika aku memang cinta padaMu
kenyataanya? 
ya Allah, aku masih jauh dariMu

Minggu, 11 Mei 2014

Edisi USM STIS

Genderang perang telah dibuka, bulan Mei tanggal 10. Ujian Saringan Masuk STIS. Sekolah kedinasan yang persaingannya sangat ketat. tahun ini diambil 500 dari 27000 peserta. dengan beberapa tahapan tes dimana peserta akan mulai berguguran. seperti tahun lalu, aku langsung gugur pada tes tahap 1.

Tahun lalu tanggal 11 Mei, aku mengikuti USM STIS tahap I. bertempat di Universitas Bhayangkara Surabaya. mengikuti tes itu pun modal nekat. ya asal daftar aja. gak tau soalnya kayak gimana.
Apesnya lagi, sebelum hari H aku jatuh sakit dan Pakdeku meninggal. Haduh, tambah gak bersemangat. antara ikut tes dan tidak. kartu peserta belum aku cetak. akhirnya aku titip ke Fathan. jaga-jaga kalau sudah sembuh.

H-2 sebelum tes, aku di sms Fathan soal konfirmasi keikutsertaan berangkat bersama. Posisi aku masih berbaring di kasur. ya aku jawab belum bisa ikut. semoga besok sembuh. dan keesokannya aku sudah bisa beraktivitas seperti biasa. tapi jalanku masih gontai. diskusi dengan Orang tua soal tes ini dan akhirnya berangkat juga.

Pagi dini hari bersama sopir yaitu tetanggaku. seperti orang kaya saja. punya sopir pribadi. ini darurat.
dalam perjalanan aku terus melakukan kontak dengan Fathan, karena dia yang membawa kartu pesertaku dan aku belum tau lokasi juga.

Jam 7 tepat aku sampai di lokasi. kondisi belum sarapan dan habis sakit. aku berjalan seperti melayang. melihat peserta yang sedemikian banyaknya aku jadi nervous dan saat itu pula sms Fathan tidak ada. HP nya mati. bingung, berjalan sendirian. kuputuskan untuk duduk sejenak. meminum susu yang telah kubawa. makan roti juga.

Alhamdulillah, ada sms masuk dari nomor baru. berisikan "cari gedung F aku disitu." aku melangkah dengan pasti menuju gedung tersebut. disana ada petugas yang berdiri didepan papan denah lokasi. aku mengatakan mau ketemu Fathan. aku celingukan dipintu. dia langsung keluar. lega rasanya.

ternyata ruanganku tepat diatas ruangan Fathan. tinggal naik tangga. tiba di ruangan masih mencari kursi yang bernomer sama di kartu peserta. ada lebih dari 50 kursi disitu. dibantu pengawas ujian menemukannya, 2 deret dari belakang.

Tes tahap pertama mengerjakan soal Matematika, Bahasa Inggris,dan Pengetahuna Umum. otakku tak bisa bekerja maksimal. efek habis sakit dan gak pernah latihan soal juga. banyak yang kujawab asal atau ngawur.
setiap mapel 60 soal dan dikasih waktu 3 jam. wah, panas ini kepala.
sudahlah, aku tidak mengharapkan hasil dari STIS. dari sekolahku saja hanya 1 anak yang lolos tahap I.

Berbeda dengan USM STIS tahun ini. persiapanku sih gak terlalu maksimal. tapi cukup lah untuk berlatih. ada gambaran gimana tipe-tipe soal. jadi mengerjakan juga cukup tenang. sudah berpengalaman lah. tapi ada kendala juga sebelum berangkat tes. KTP ku hilang -_-. ya Allah bingung bukan kepalang. untung masih ada SIM buat nunujukin identitas. Alhamdulillah pengawas gak mengecek kartu identitas.
Semoga bisa lolos tes tahap I. Aamiin :)

Minggu, 04 Mei 2014

Untukmu Sayang

Hari ini tepat tanggal 4 Mei adikku tercinta genap berumur 5 tahun. Fairuz Rahman. Adik satu-satunya (eh, gak tau kalau punya lahi, hehe) selisih 13 tahun denganku. Kata orang-orang dia sangat berbeda denganku. Aku yang pendiam, manut, kalem. Dia lebih suka teriak-teriak dan nyengit. mungkin karena kebiasaannya nonton Ultraman, Power Rangers, dan sejenisnya. tapi dia anak yang cerdas, pemberani, lucu pula.

Fairuz selalu susah disuruh makan. Ngemil aja gak suka. sukanya hanya minum susu dot dan segala macam es. itulah yang membuatnya selalu ingusan. ingusnya disedot terus, gak mau dikeluarin dan membuatnya susah napas. kalau dipaksa untuk mengeluarkan ingus susahnya minta ampun. hingga sering aku dimarahi waktu memandikannya.

Dia selalu bilang "aku ingin menjadi Ultraman." hahaha. Dia sangat terobsesi dengan karakter jepang itu. hingga bercita-cita menjadi seorang Ultraman. dia sangat hafal jenis-jenis Ultraman. mulai dari Ultraman Dayna, Tiga, Mebius, Nexsus, Max. dan ini yang baru aku dengar darinya kemarin. Ultraman Hikari. memang hebat kalau soal Ultraman dan sejenisnya. ketika aku di rumah selalu minta membukakan you tube.

Berkali-kali dia melatih kesabaranku. setiap dia menginginkan sesuatu pasti merengek dan harus dituruti. hingga aku harus  merayunya. kalau tidak dia akan nangis sekencang-kencangnya. itupun aku sudah dicubit, ditinju, dan ada yang lebih parah dari itu. Dia masih kecil. kalau aku balik marah ke dia. itu akan berefek buruk, lebih baik sabar. dia akan meniru.

Adikku Sayang...
Selamat Ulang tahun ke 5
Semoga kenakalanmu hanya dimasa kecil. 
kelak kamu akan banyak mengerti.
Maaf, belum mencari kado buatmu, hehehe