Kamis, 06 Maret 2014

Tahun yang berat

Masih berapa bulan yang tersisa, mungkin sekitar 3 bulan lagi. Kesadaranku belum sepenuhnya utuh. Masih saja ingin berleha-leha. Bermalas-malasan setiap hari, sangat jarang belajar. Kadang absen masuk. Namun, mimpiku masih ada dan tinggi pula. Aku sangat mendamba menjadi mahasiswa UGM. Ya meskipun jurusan pertanian, itu masih berat menurutku. Melihat kesiapanku bersaing dengan jawara-jawara lainnya masih sangat jauh. Padahal aku sudah memulai sejak september lalu. Seharusnya aku mengantongi bekal yang cukup hingga bulan-bulan akhir ini tinggal pematangan. Proyek 15 soal per hari hanya tulisan, hanya bualan. Mana buktinya? Soal-soal masih diabaikan. Jauh dari coretan.
Dimana keprihatinanku? Berserah pada Sang Pengatur saja tak mau sepenuhnya. Waktu banyak terbuang sia-sia. Malah maksiat dipelihara. Astaghfirullah. Bagaimana bisa mimpi-mimpiku akan nyata? Jika masih saja begini. Mengikuti arus kenyamanan diri, berlarut-larut dalam tidur. Semangat belajar ancur. Doa-doaku ngelantur. Ingat kembali janji-janji bersama sahabat-sahabat. Aku harus masuk universitas, lalu kita akan ke Karimun Jawa. “Buatlah orang tua dan teman-temanmu bangga dengan kamu diterima menjadi maba UGM agronomi tahun ini (2014). SEMANGAT!!!” ini salah satu motivasi dan harapan dari sahabatku. insyaAllah Sobat. Aku harus bisa! Waktu ku tidak lama lagi.
Aku malu pada diriku. Melihat teman-teman yang telah nyaman dengan dunia baru mereka. Dunia kampus. Menjajaki perjuangan baru. Menjadi seorang pemikir kritis. Seorang yang kreatif. Seorang yang lebih dewasa. Aku melewatkan setahun untuk masa itu. Ya berat sekali. Aku tahu setiap kita berkumpul beberapa bulan yang lalu. Dalam tatapan kalian ada rasa belas kasih padaku, mmm... ada juga tatapan ketidakpercayaan atau bisa jadi benci. Ah, tak boleh berprasangka buruk. Aku benar-benar merasa tertekan ketika kita harus kumpul dalam setahun ini. Aku merasa sendiri, ya tak kulihatkan kemasygulan ini. Aku senang mendengar cerita kampus kalian. Aku senang mendengar kehidupan diperantauan kalian. Meskipun aku juga sekarang merantau tapi ceritaku tak seindah cerita kalian. Aku hanya terdiam menikmati cerita-cerita yang menginspirasiku untuk bisa seperti kalian. Aku masih alumni SMA. Belum menjadi Mahasiswa. Aku harus menjadi mahasiswa tahun ini (2014).
Menyalahkan sekolah? Tidak! Menyalahkan guru-guru? Tidak! Aku tidak menyalahakan siapa-siapa. Ini salahku sendiri. Aku tidak menyalahkan SMA ku. Kami angkatan pertama. Tidak bisa aku menyalahkan. Buktinya teman-temanku bisa melewati kelulusan ini dengan baik. Apalagi menyalahkan guru-guru. Hal yang sangat tidak pantas untuk aku lakukan. Beliau-beliau ini telah totalitas mendidik kami. Memberi semangat perjuangan sebagai angkatan pertama. Justru aku yang telah membuat guru-guruku kecewa. Tidak bisa andil dalam mengahrumkan nama sekolah. Ini murni kesalahanku sendiri. Aku yang dengan santainya menganggap ini gampang. Meremehkan.

Setiap kali orang mendengar jurusan yang ingin aku tuju. Yaitu pertanian. Banyak yang menganggap itu biasa dan aku menjadi sebel setiap yang menganggap jurusan itu remeh. Tapi kenyataanya aku sendiri meremehkan jurusan itu. Dengan sikapku yang tidak pernah belajar, hanya bermalas-malasan, main HP dan bermacam-macam kenyamanan yang menyesatkan. Itu semua bukti bahwa aku sendiri yang meremehkan jurusan pertanian. Harusnya aku sungguh-sungguh untuk pertanian. Jika memang aku senang dengan dunia agriculture, harus ada komitmen untuk menjadi luar biasa. Bukan hanya petani yang biasa saja. Kalau itu mah banyak macamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar