Masih berapa bulan yang tersisa, mungkin sekitar 3 bulan
lagi. Kesadaranku belum sepenuhnya utuh. Masih saja ingin berleha-leha.
Bermalas-malasan setiap hari, sangat jarang belajar. Kadang absen masuk. Namun,
mimpiku masih ada dan tinggi pula. Aku sangat mendamba menjadi mahasiswa UGM.
Ya meskipun jurusan pertanian, itu masih berat menurutku. Melihat kesiapanku
bersaing dengan jawara-jawara lainnya masih sangat jauh. Padahal aku sudah
memulai sejak september lalu. Seharusnya aku mengantongi bekal yang cukup
hingga bulan-bulan akhir ini tinggal pematangan. Proyek 15 soal per hari hanya
tulisan, hanya bualan. Mana buktinya? Soal-soal masih diabaikan. Jauh dari
coretan.
Dimana keprihatinanku? Berserah pada Sang Pengatur saja tak
mau sepenuhnya. Waktu banyak terbuang sia-sia. Malah maksiat dipelihara.
Astaghfirullah. Bagaimana bisa mimpi-mimpiku akan nyata? Jika masih saja
begini. Mengikuti arus kenyamanan diri, berlarut-larut dalam tidur. Semangat
belajar ancur. Doa-doaku ngelantur. Ingat kembali janji-janji bersama
sahabat-sahabat. Aku harus masuk universitas, lalu kita akan ke Karimun Jawa.
“Buatlah orang tua dan teman-temanmu bangga dengan kamu diterima menjadi maba
UGM agronomi tahun ini (2014). SEMANGAT!!!” ini salah satu motivasi dan harapan
dari sahabatku. insyaAllah Sobat. Aku harus bisa! Waktu ku tidak lama lagi.
Aku malu pada diriku. Melihat teman-teman yang telah nyaman
dengan dunia baru mereka. Dunia kampus. Menjajaki perjuangan baru. Menjadi
seorang pemikir kritis. Seorang yang kreatif. Seorang yang lebih dewasa. Aku
melewatkan setahun untuk masa itu. Ya berat sekali. Aku tahu setiap kita
berkumpul beberapa bulan yang lalu. Dalam tatapan kalian ada rasa belas kasih
padaku, mmm... ada juga tatapan ketidakpercayaan atau bisa jadi benci. Ah, tak
boleh berprasangka buruk. Aku benar-benar merasa tertekan ketika kita harus
kumpul dalam setahun ini. Aku merasa sendiri, ya tak kulihatkan kemasygulan
ini. Aku senang mendengar cerita kampus kalian. Aku senang mendengar kehidupan
diperantauan kalian. Meskipun aku juga sekarang merantau tapi ceritaku tak
seindah cerita kalian. Aku hanya terdiam menikmati cerita-cerita yang
menginspirasiku untuk bisa seperti kalian. Aku masih alumni SMA. Belum menjadi
Mahasiswa. Aku harus menjadi mahasiswa tahun ini (2014).
Menyalahkan sekolah? Tidak! Menyalahkan guru-guru? Tidak!
Aku tidak menyalahakan siapa-siapa. Ini salahku sendiri. Aku tidak menyalahkan
SMA ku. Kami angkatan pertama. Tidak bisa aku menyalahkan. Buktinya
teman-temanku bisa melewati kelulusan ini dengan baik. Apalagi menyalahkan
guru-guru. Hal yang sangat tidak pantas untuk aku lakukan. Beliau-beliau ini
telah totalitas mendidik kami. Memberi semangat perjuangan sebagai angkatan
pertama. Justru aku yang telah membuat guru-guruku kecewa. Tidak bisa andil
dalam mengahrumkan nama sekolah. Ini murni kesalahanku sendiri. Aku yang dengan
santainya menganggap ini gampang. Meremehkan.
Setiap kali orang mendengar jurusan yang ingin aku tuju.
Yaitu pertanian. Banyak yang menganggap itu biasa dan aku menjadi sebel setiap
yang menganggap jurusan itu remeh. Tapi kenyataanya aku sendiri meremehkan
jurusan itu. Dengan sikapku yang tidak pernah belajar, hanya bermalas-malasan,
main HP dan bermacam-macam kenyamanan yang menyesatkan. Itu semua bukti bahwa
aku sendiri yang meremehkan jurusan pertanian. Harusnya aku sungguh-sungguh
untuk pertanian. Jika memang aku senang dengan dunia agriculture, harus ada
komitmen untuk menjadi luar biasa. Bukan hanya petani yang biasa saja. Kalau
itu mah banyak macamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar