Rabu, 26 Maret 2014

Bukan Lagi Ultimatum

kembali melewati setiap pintu
kami hanya terdiam
mata tidak memeberi sapa
apalagi ucap
hanya sekilas melirik
lewat dengan santainya, kalem
terbesit ingatan sebulan yang lalu
ketika aku hampir terjatuh
tidak mudah, aku diselamatkan
untuk melanjutkan singgah di kolong ini

tak bisa kami mengelak
ini murni kekhilafan laku atas aturan
cukup berucap, berbisik-bisik
hei, bukannkah aku telah diselamatkan?
dengan satu syarat
jangan! sekali-kali kalian ketahui!
aku mengulangi lagi!

berharap keajaiban
itu bukan larangan
memantau saja, ya perasangka baik
tetap saja mendebarkan
sorot matanya itu lo
terhalang kaca mata
tetap saja penuh geram
sudahlah, khusnudzon saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar